Potensi Senyawa Antioksidan Yang Terkandung Dalam Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Untuk Perawatan Kulit Alami

Penulis

  • Ulinnuha Nur Faizah IAIN Ponorogo
  • Nida Ni’matul Maula IAIN Ponorogo
  • Rifqi Anjar Mustika IAIN Ponorogo
  • Sri Wahyuni IAIN Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.32939/symbiotic.v4i1.90

Kata Kunci:

Antioxidant, Secang Wood, Natural Skin Care

Abstrak

Pohon secang (Caesalpinia sappan L.) umumnya digunakan untuk obat tradisional guna mengobati banyak sekali penyakit. Secang mengandung senyawa fenolik misalnya asam gallat, brazilin dan brazilein. Seperti yang diketahui bahwa senyawa fenolik ini mempunyai kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Masyarakat umumnya memanfaatkan tanaman secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai obat herbal terutama bagian kayunya. Antioksidan yang terkandung dalam kayu secang (Caesalpinia sappan L.) bisa dipakai guna mencegah penuaan dini dalam kulit serta mencegah radikal bebas. Dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia, bahan alami bisa memproduksi endapan yang lebih gampang terdegradasi dan meminimalkan pengaruh samping. Alhasil, secang mempunyai potensi sebagai minuman herbal obat terutama bagi kesehatan kulit. Tujuan penelitian ini merupakan guna mengetahui potensi senyawa antioksidan dalam pada kayu secang (Caesalpinia sappan L.) yang menjadi alternatif perawatan kulit alami. Metode yang dipakai berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan potensi senyawa antioksidan yang terkandung dalam kayu secang (Caesalpinia sappan L.) bisa dipakai sebagai alternatif perawatan kulit alami yaitu bisa mencegah terjadinya radikal bebas, mengobati jerawat, mencegah penuaan dini, mencerahkan kulit, sampai mencegah tumbuhnya sel kanker dalam kulit

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dianasari, N. (2009). Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Shigella dysentriae serta bioautografinya. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Febriyenti, Suharti, N., Lucida, H., Husni, E., Sedona, O. (2018). Karakterisasi dan Studi Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Secang (Caesalpinia sappan L.). Jurnal Sains Farmasi dan Klinis, 5(1), 23-27.
Hariana, A. (2006). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Depok: Niaga Swadaya.
Irawan, E., Sipahelut, S., Mailoa, M. (2022). Potensi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Selai Pala (Myristica fragrans H.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. Vol 15(1), 74-82.
Miksusanti, Fitrya & Marfinda, N. (2011). Aktivitas Campuran Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Bacillus cereus, J. Sains, 14 (3), 41-47
Nomer, Ni Made., Duniaji., Nocianitri. (2019) Kandungan Senyawa Flavonoid dan Antosianin Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Serta Aktivitas Antibakteri Terhadap Vibrio cholerae. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. Vol 8 (2), 216-225.
Nurullita, U., Irawati, E., (2022). Perbandingan Aktivitas Antioksidan Bahan Alami dan Bahan Sintesis (Study pada Kayu Secang dan Vitamin C). Jurnal MIPA. Vol 11 (2). 47-50.
Rina, O. (2017). Eksplorasi Bahan Pewarna Alami Sebagai Bahan Tambahan Pangan Yang Aman dan Memiliki Bioaktivitas Bagi Kesehatan. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian. Politeknik Negeri Lampung 07 September 2017, ISBN 978-602- 70530-6-9. Lampung, Indonesia.
Sa’diah, S., Latifah, K. D., Wulan, T., dan Irmanida, B. 2013. Efektivitas krim anti jerawat kayu secang (Caesalpinia sappan) terhadap Propionibacterium acnes pada kulit kelinci. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. Vol 11 (2),175 - 181.
Salni, N, Aminasih, R. Sriviona. (2013). Isolasi Senyawa Antijamur dari rimpang lengkuas Putih (Alpinia galanga (L) Wilid) dan Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum terhadap Candida albicans. Proosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.
Sufiana dan Harlia. (2014). Uji aktivitas antioksidan dan sitotoksisitas campuran ekstrak metanol kayu sepang (Caesalpinia sappan L.) dan kulit kayu manis (Cinnamomum burmanii B.). JKK. Vol 3 (2), 50 - 55.
Sundari D, Widowati L, Winarno MW. (1998). Informasi khasiat, keamanan dan fitokimia tanaman secang (Caesalpinia sappan L.) warta tumbuhan obat Indonesia. The Journal on Indonesian Medicinal Plants. Vol 4(3):1-2
Suhartati., Sari, R. (2016). Secang (Caesalpinia sappan L.): Tumbuhan Herbal Kaya Antioksidan. Info Teknis EBONI. Vol 13 (1). 57-67.
Utari, F., Sumirat., Djaeni, M. (2017). Produksi Antioksidan dari Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Menggunakan Pengering Berkelembaban Rendah. Jurnal Aplikasi teknologi Pangan. Vol 6 (3).
Wicaksono, Britanto D, Arung, Enong T, Sandra, Ferry. (2008). Aktivitas antikanker dari kayu secang. Cermin Dunia Kedokteran, 35(3),133.
Widowati, W. (2011). Uji fitokimia dan potensi antioksidan ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Jurnal Kedokteran Maranatha. Vol 11 (1), 23 – 31.
Yemirta. (2010). Identifikasi Kandungan Senyawa Antioksidan Dalam Kayu Secang (Caesalpinia Sappan). Jurnal Kimia dan Kemasan. Vol 32 (2), 41-46.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-20

Cara Mengutip

Faizah, U. N., Maula, N. N. ., Mustika, R. A. ., & Wahyuni, S. (2023). Potensi Senyawa Antioksidan Yang Terkandung Dalam Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Untuk Perawatan Kulit Alami. Symbiotic: Journal of Biological Education and Science, 4(1), 41–49. https://doi.org/10.32939/symbiotic.v4i1.90